GridOto.com - Juara MotoGP 2022, Pecco Bagnaia, merasa Marc Marquez sudah mulai memainkan perang psikologis kepadanya.
Secara tersirat, Pecco Bagnaia merasa beberapa statement Marc Marquez terkesan meremehkannya yang menjadi juara MotoGP 2022.
Marc Marquez beberapa kali mengeluarkan komentar soal kemampuan motor Ducati Desmosedici GP yang dikendarai Pecco Bagnaia dan rider Ducati lainnya.
Bagi Pecco, Marquez seolah kurang memberikan credit bahwa dirinya juga menjadi pembeda meski motor Ducati memang kencang.
Marquez menyebut Fabio Quartararo kalah bukan karena Pecco Bagnaia, tapi karena dimangsa oleh banyak motor yang menjadi motor terbaik di grid.
"Kejuaraan yang indah, di paruh awal dicatatkan oleh seorang pembalap dan sebuah tanda, lebih ke pembalap karena Quartararo membuat perbedaan," kata Marquez dilansir GridOto.com dari Todocircuito.
"Dan di paruh kedua musim dicatatkan motor terbaik di grid yang memakannya, itupun juga ada beberapa masalah," jelasnya.
Murid Valentino Rossi ini tampaknya sudah mulai paham menghadapi komentar semacam ini.
"Ini artinya Marc sudah mulai memainkan permainan psikologisnya," ungkap Pecco.
Baca Juga: Polemik Bobot Pembalap, Alvaro Bautista Dibela Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa
"Selama setahun mereka semua bilang aku menang karena punya motor terbaik, pada akhirnya yang menang ya aku," kata Pecco dengan tegas.
Pecco Bagnaia sudah lebih waspada dan tak mau terjebak dengan permainan juara dunia delapan kali tersebut.
"Menjadi juara bisa jadi pisau bermata dua. Jika Ducati tampil sebagus tahun ini, semua orang akan bergantung padaku," lanjut pembalap tim Ducati Lenovo ini.
"Ini adalah momen penting dalam hidupku, mesin baru dibuat dan keputusan tepat harus dibuat," jelas juara dunia Moto2 2018 ini.