Menggunakan kepala charger dengan jenis soket AC Type 2 dengan 5 buah lubang pin soket besar dan 2 buah pin soket kecil.
Arus AC yang dialirkan dari charger diterima ke komponen inverter.
Inverter akan mengonversi arus listrik AC menjadi arus listrik DC yang dibutuhkan baterai dan disimpan di dalamnya.
Kedua adalah arus listrik DC yang digunakan sebagai fast charging.
Baca Juga: Modifikasi Audio di Mobil Listrik Bikin Aki Cepat Tekor, Ini Solusinya
Alat charger yang digunakan juga berbeda, yaitu fast charger dengan jenis soket CCS2 yang seperti AC Type 2 namun dengan 2 buah lubang pin soket besar di bawahnya.
Arus AC dari listrik sudah dikonversi di dalam alat charger sehingga langsung mengalirkan arus listrik DC.
Dari alat charger, aliran listrik yang masuk ke mobil listrik sudah berupa arus listrik DC.
Peran inverter disini hanya meneruskan aliran listrik yang masuk untuk disimpan di dalam baterai.
Karena tidak ada proses konversi arus listrik AC ke arus listrik DC sehingga waktu pengisian daya baterai bisa lebih cepat daripada AC 220V.