"Kapasitas dan jumlah kendaraan yang banyak, sekarang kita lihat BPKB BBN-KB nya diambil provinsi. Lebih besar porsi provinsi," tuturnya.
Ditambah, banyak warga menunda pembayaran pajak selama pandemi Covid-19 yang membuat pemasukan kas Pemkot Bekasi semakin menipis.
"Sekarang kan di APBD itu nggak ada lagi kerjaan yang strategis kecuali pemeliharaan jalan dan pemeliharaan," ucapnya.
Perbaikan jalan rusak ditarget mulai dilakukan secara bertahap pada tahun 2021.
Akan tetapi, ada pengecualian untuk Jalan Joyomartono Bekasi Timur, Jalan I Gusti Ngurah Rai di Bekasi Barat, dan Lingkar Utara Bekasi Utara.
"Insyaallah (tahun depan) ya kan udah nggak ada lagi APBD-nya, mau diapain. Kecuali tiga ruas itu, kita lalukan tahun ini pakai sisa bantuan DKI," tandasnya.
Sementara itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi mencatat ada sebanyak 120 titik jalan rusak.
Ratusan jalan rusak itu tertunda perbaikannya pada tahun ini, dikarenakan adanya refocusing anggaran untuk menangani pandemi Covid-19.
"Yang di kota itu totalnya hampir 120 titik jalan rusak, perbaikan tertunda, kemungkinan tahun depan baru," kata Kepala Bidang BMSDA Kota Bekasi, Widayat Subroto, Rabu (22/7/2020).
"Awalnya, perbaikan jalan sudah direncanakan pada awal tahun 2020. Tapi batal karena pandemi covid-19. Untuk perbaikan jalan memang dari awal tahun itu dan tahun kemarin, kemudian semua mundur kebelakang, setelah itu ada refocusing anggaran," imbuh dia.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul "Imbas Covid-19, Anggaran Perbaikan Jalan di Kota Bekasi Tahun Ini Dipangkas Habis"