"Jadi ada 2 faktor mengapa kami memilih Indonesia. Faktor pertama ialah pertumbuhan ekonomi dan indikator makro ekonomi Indonesia. Kami melihat pasar Indoensia merupakan yang terbesar di Asia pasifik, dan kami juga sudah menemukan rekanan (distributor) tepat yakni PT Pusaka Bumi Transportasi (Blue Bird Heavy Equipment). Di satu sisi kami punya pasar yang baik dan di sisi lain kami punya partner yang potensial" kata Sergey optimis.
Berdasarkan hal inilah Kamaz memastikan diri untuk siap 'tempur' meladeni tantangan merk truk-truk lain dari Jepang dan Eropa yang lebih dulu dikenal di Indonesia.
Nantinya, Sergey mengklaim jika langkah jangka panjang membuat pusat perakitan di Indonesia terealiasi maka Indonesia akan diplot jadi basis ekspor Kamaz untuk negara-negara terdekat juga ke wilayah negara-negara Asia Pasifik.