GridOto.com - Wacana pemerintah mengenai penghapusan Pertalite alias subsidi BBM memang belum ada kejelasan.
Dulu wacana ini sempat ada namun tak terdengar kabarnya lagi,
Namun kini hal tersebut nongol lagi setelah Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan umumkan rencana cabut subsidi BBM.
Alasannya karena subsidi BBM sangat membebani fiskal APBN.
Selain subsidi yang dianggap memberatkan keuangan negara, impor BBM yang dari tahun ke tahun semakin naik, juga terus menguras devisa negara.
Sehingga rencana subsidi BBM dicabut perlu untuk segera direalisasikan.
Diketahui, kapasitas kilang Indonesia hanya mampu mengolah 700.000 sampai 800.000 barel per hari, sementara kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari.
Artinya pemerintah terus menanggung selisih harga BBM yang diimpor.
Terlebih bila harga minyak dunia naik, subsidi BBM yang dibebankan ke APBN akan semakin membengkak.
Kebijakan BBM subsidi dihapus sebenarnya sudah diwacanakan di era Jokowi, yang disasar adalah bensin jenis Pertalite.
Editor | : | Hendra |
KOMENTAR