Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Mobil Matik Jarang Ganti Oli Transmisi, Dampaknya Bisa Begini

Radityo Herdianto - Selasa, 20 Agustus 2024 | 18:00 WIB
Oli transmisi matik mobil perlu diganti secara berkala.
Radityo Herdianto / GridOto.com
Oli transmisi matik mobil perlu diganti secara berkala.

GridOto.com - Perawatan penting pada mobil matik adalah oli transmisi.

Oli transmisi matik mobil perlu diganti secara berkala.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, Bintaro, Tangerang Selatan menyarankan oli transmisi matik mobil perlu diganti setidaknya setiap 40.000 km.

"Kondisi ideal bisa sampai 60.000 km, tapi kalau sering kena macet baiknya setiap 40.000 km," saran Hermas saat ditemui GridOto.com beberapa waktu lalu.

Oli transmisi matik yang terlalu lama dipakai bisa menimbulkan sejumlah dampak.

Oli transmisi matik
Radityo Herdianto / GridOto.com
Oli transmisi matik

Baca Juga: Sering Terjadi, Ini 3 Kesalahan Menanjak Pakai Mobil Transmisi Matik 

Pertama gejala jedug atau tersendat setiap perpindahan gigi.

"Saat naik gigi ada hentakan atau tersendat, bisa juga muncul saat masuk gigi mundur atau setelahnya," beber Hermas.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena oli transmisi mengalami penurunan viskositas.

Penyebabnya dari interval pemakaian yang terlalu lama, gesekan komponen, hingga temperatur kerja girboks.

Akibatnya tekanan hidraulis dari oli transmisi berkurang sehingga komponen mekanikal tidak bisa sepenuhnya melakukan perpindahan gigi.

"Gejala jedug atau tersendat itu juga bisa membuat keausan komponen lebih besar disamping karena pelumasan oli berkurang," terang Hermas.

Ilustrasi transmisi matik
Ryan Fasha/GridOto.com
Ilustrasi transmisi matik
 

Baca Juga: Ini Sebabnya Saat Manasin Mobil Matik Posisi Tuasnya Jangan di N 

Girboks transmisi matik juga bisa cepat panas atau overheat.

Penurunan viskositas yang menurunkan fungsi pelumasan dan tekanan hidraulis juga berdampak pada ketahanan temperatur tinggi.

"Girboks oli transmisi matik menghasilkan beban torsi saat bekerja, itu menciptakan panas," sebut Hermas.

"Karena kualitas oli transmisi sudah turun ketahanan panasnya berkurang, girboks bisa panas dan tidak bisa bekerja," jelasnya.

Editor : Dwi Wahyu R.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



REKOMENDASI HARI INI

Pembalap MotoGP 2025 Lengkap, Jack Miller Gabung Pramac Yamaha

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa