GridOto.com – Para pembalap mengeluhkan mobilnya mengalami porpoising parah di surkuit Baku pada F1 Azerbaikan pekan lalu, sehingga ada usulan regulasi diubah. Apa kata juara F1 Fernando Alonso?
Kata 'porpoising' menjadi terkenal di balap F1 musim ini, karena paling sering diulang dalam beberapa hari terakhir.
Terlebih lagi setelah yang dialami pembalap di sirkuit Baku, di mana para pembalap mengeluh akibat mobilnya yang terlalu banyak memantul.
Pembalap merasakan sakit punggung yang disebabkan oleh porpoising atau efek lumba-lumba.
Terutama tim Mercedes, di mana mereka berusaha menyelesaikan masalah secepat mungkin.
Setelah balapan di sirkuit Baku, Lewis Hamilton terlihat sangat kesakitan saat keluar dari mobil Mercedes W13 miliknya.
Sejumlah pembalap mebgusulkan adanya perubahan regulasi mobil untuk mengurangi porpoising.
Menjelang balap F1 Kanada 2022 akhir pekan ini, pembalap tim Alpine, Fernando Alonso menolak adanya perubahan regulasi.
"Mobil kami cukup bagus dalam mengelola efek rebound," kata Fernando Alonso, dikutip GridOto.comd ari marca.com.
Baca Juga: Porpoising Parah Terjadi di F1 Azerbaijan 2022, Banyak Pembalap Resah Sampai Usul Perubahan Aturan
Baca Juga: Bos Tim Mercedes Minta Maaf, Lewis Hamilton Sakit Punggung Setelah Balapan di F1 Azerbaijan 2022
Menurutnya, di setiap sirkuit berbeda, misalnya di Jeddah sangat lancar, di Australia juga.
“Tidak ada yang mengatakan apa-apa di sana,” ujarnya.
“Akan sangat sulit bagi semua tim untuk menyetujui perubahan,” analisis Fernando Alonso merujuk pada efek pantulan itu.
"Saya tidak terlalu merasakannya di Baku dan kami lebih fokus pada penanganan degradasi ban, terutama ban belakang," ucap juara dunia F1 dua kali itu yang berhasil masuk finish di urutan tujuh di Baku.
Sebuah pesan yang menyerukan optimisme dalam menghadapi balapan di sirkuit Gilles Villeneuve akhir pekan ini.
Kecepatan tinggi di lintasan lurus pada sirkuit Gilles Villeneuve, bisa menguntungkannya pada akhir pekan nanti.
Editor | : | Fendi |
Sumber | : | Marca.com |
KOMENTAR