GridOto.com-Bocornya pelumas sudah pasti menyebabkan kerusakan parah dan fatal akibatnya.
Menurunnya jumlah oli mesin akan menyebabkan friksi pada komponen bergerak akan meningkat sehingga berdampak pada peningkatkan suhu mesin (overheat) dan keausan komponen internal mesin.
Oli mesin pada mobil bisa saja berkurang karena dua hal, yakni penguapan dan kebocoran.
Meski oli mesin dirancang tahan menghadapi panas mesin, tapi jika panas yang diterima sudah melewati batas oli mesin bisa mengalami penguapan.
Penyebab kedua oli mesin bisa berkurang adalah terjadinya kebocoran pada beberapa bagian.
(BACA JUGA: Mengenal Oli Khusus Continuously Variable Transmission Atau CVT)
Di mana sajakah titik kebocoran oli mesin?
“Kebocoran oli mesin biasanya terjadi di paking tutup klep dan seal noken as untuk yang tidak masuk pada sistem pembakaran,” tutur Rudy, Pemilik Bengkel RS Tuning, Jl. Veteran No.9 Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
“Kalau yang masuk pada sistem pembakaran, kebocoran oli bisa dari seal klep atau dari ring piston,” lanjutnya lagi.
Oil yang masuk ke ruang bakar ini akan hangus terbakar pada proses pembakaran.
Rudy mengungkapkan, kerusakan pada seal yang berbahan karet ini umumnya karena keausan dan usia pakai.
(BACA JUGA: Cara Kerja Power Steering Elektrik Alias Electronic Power Steering)
“Namanya karet yang selalu kena panas-dingin, bongkar-pasang, otomatis ada umurnya dan bisa aus,” lanjut Rudy.
Masih menurut Rudy, kebocoran juga bisa terjadi pada baut pembuangan oli, karena drat bautnya aus.
Kalau hal ini terjadi bisa dideteksi dari tetesan oli mesin di kolong mesin.
“Selain itu, bisa juga bocor di karter atau bak penampung oli,” kata Rudy lagi.
Pada bagian sambungan karter dengan mesin ini oli sering rembes keluar.
(BACA JUGA: Waspada My Love, Ini 4 Penyakit Yang Bisa Bikin Mesin Mobil Mati)
Ini akibat paking atau sealent-nya sudah rusak atau aus.
Cirinya adalah hadirnya rembesan oli di bagian karter.
Demikian artikel Titik-titik Kebocoran Oli Mesin Pada Mobil dalam Tematis Oli Mesin Dan Transmisi dari GridOto.com.
Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR