GridOto.com - Tokoh otomotif Nasional Soebronto Laras meninggal dunia, Rabu (20/9/2023) malam di rumah sakit Medistra Jakarta.
Pria 78 tahun ini meninggal pasca-operasi pengambilan cairan di paru-paru.
Pantauan GridOto.com di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, terlihat ratusan orang mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir Wakil Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group sekaligus Founder dan Komisaris Indomobil Group itu.
Selain warga sekitar, datang pula sejumlah perwakilan dari pegiat industri otomotif.
"Sebetulnya gak ada felling, wong hari Senin masih teleponan masih kok, awal September kami meeting lama banget bahas soal cetak kembali buku beliau dan sebagainya. Jujur kami semua kaget karena buat kami di Suzuki pak Bronto ini buka cuma atasan, tapi mentor dan bapak buat kami semua, jadi jujur kami sangat kehilangan beliau," kata Donny saat ditemui GridOto.com, Kamis (21/9/2023).
"Jadi kami di Suzuki Indonesia harus berusaha keras mungkin tidak hanya menjual produk tetapi bagimana memuaskan konsumen yang saat ini sudah cukup loyal di Suzuki, itu salah satu pesan beliau," sambungnya.
Bahkan ia mengatakan, selama ini mau orang baru atau lama yang bekerja di Suzuki pasti tidak ada yang tidak kenal beliau.
"Mau anak baru dan lama bahkan yang baru join di Suzuki sudah tahu pak Bronto. Salah satu penggagas Suzuki Reaksi Cepat adalah beliau, supaya klub saat menyalurkan bantuan ini bisa terkordinasi . Buat kami ini kehilangan besar figur bapak," ucapnya.
"Beliau adalah bapak sangat baik, meskipun sibuk banget. Bisa dibayangkan beliau memimpin Suzuki dari umur 29 tahun sampai terkahir kemarin," tuturnya.
"Beliau meninggal saat sedang istirahat, kalau beliau masih hidup mungkin masih di kantor hari ini. Cita-cita yang belum tercapai terutama impian beliau adalah membawa Suzuki menjadi brand terbaik sepanjang masa yang tentunya tidak mudah," sambungnya.T
Tak hanya itu, salah satu selebriti Indra Bekti juga terlihat datang ke kediaman terakhir Soebronto Laras.
Indra mengatakan banyak kenangan manis yang tidak bisa dilupakan beliau semasa hidupnya.
"Kenangan yang tidak bisa saya lupakan adalah saat Shalat Jum'at bareng. Beliau shalatnya rajin, bahkan bapak orangnya sangat baik, sehingga saya sangat kaget ketika beliau dinyatakan meninggal dunia," tutupnya.