GridOto.com - Dibandingkan kelas lainnya, kelas mobil retro yang diperlombakan dalam gelaran ISSOM kemarin (10/11) memiliki jenis-jenis mobil yang paling beragam.
Rentang tahun mobil-mobil yang turun di kelas berusia belasan tahun itu juga beragam, mulai dari tahun 1970an hingga tahun 1990an awal.
Dari mobil-mobil ‘biasa’ seperti Toyota Corolla DX, Mitsubishi Lancer SL, dan Honda Civic Nouva.
Sampai mobil yang lebih eksotis seperti Mazda RX-3, Mercedes-Benz 190E Evo 2, Alfa Romeo 2000 GTV, dan BMW 2002, semuanya ada dalam kelas tersebut.
(Baca Juga: BSD City Grand Prix Maju 2 Minggu Karena Bentrokan Jadwal, Progress Pembangunan Sirkuitnya Gimana?)
Dan jangan pikir mobil-mobil tersebut dibiarkan standar, sedikit banyak ubahan pasti telah dilakukan para pemilik untuk memastikan pacuan mereka kompetitif di kelasnya.
Pasalnya, kelas retro pun dibagi lagi menjadi beberapa kelas yaitu seperti kelas Open dan Classic.
Tapi tentunya dengan batasan, karena di kelas retro, para pembalap sebisa mungkin menjaga agar ubahan yang dilakukan itu sesuai masa mobilnya, atau istilah kerennya period-correct.
Apalagi di kelas classic, yang benar-benar membatasi ubahan yang dapat dilakukan oleh si pemilik mobil.
(Baca Juga: Video Kecelakaan Hebat OMR Honda Jazz di Sirkuit Sentul, 4 Mobil Terlibat, 2 Terbalik, Begini Kronologinya!)
Tapi mereka tidak protes, karena menurut pembalap Honda Racing Indonesia (HRI), Alvin Bahar, banyak peserta kelas retro balapan karena ingin memenuhi impian masa muda mereka.
“Misalnya sekarang ada yang nafsu sama Honda Jazz-nya HRI, tapi dianya masih muda atau masih sekolah, dan gak dibolehin punya Jazz sama orang tuanya,” contoh Alvin di Sirkuit Sentul (10/11).
“Kalau suatu saat dia jadi pengusaha misalnya, dia akan balapan pakai Honda Jazz karena itu impiannya dulu yang belum terealisasi, meskipun di rumah mobilnya mahal-mahal,” pungkasnya.