GridOto.com - Pembalap tim Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, memang gagal naik podium pada seri perdana MotoGP 2019 yang dihelat di Sirkuit Losail, Qatar.
Hasil kualifikasi yang menempatkan Vinales pada pole position nyatanya belum bisa membantu dirinya untuk mengakhiri balapan dengan apik.
Vinales lambat laun merosot dan hanya berhasil finis di urutan ketujuh.
Hasil tersebut diakui oleh Vinales tak lepas dari masalah klasik yang dimiliki oleh tim Yamaha.
(Baca Juga : Di MotoGP Qatar, Juara Dunia F1 Lewis Hamilton Bagi-bagi Helm Balapnya)
Masalah klasik tersebut tak lain ialah grip ban dan kecepatan.
"Apa yang terjadi (di Qatar) adalah saya tak bisa menyalip, itu masalahnya," kata Vinales dilansir GridOto.com dari MotoGP.
"Saat saya sendirian, saya bisa mencatatkan waktu satu menit 55 detik, tapi ketika saya menemui pembalap lain, saya kesulitan menyalip," sambung Vinales.
"Saya kesulitan sekali dengan grip belakang saya," ujar Vinales menambahkan.
(Baca Juga : Review MotoGP Qatar 2019: Banyak Kejutan Meski Terkesan Copy Paste)
Rekan satu tim Valentino Rossi tersebut juga mengungkapkan bahwa dia tak bisa memiliki ritme yang bagus selama balapan berlangsung.
Kendati kalah dalam seri perdana MotoGP 2019 tersebut, Vinales tetap optimistis dan menatap seri kedua di MotoGP Argentina.
"Ini baru seri pertama, jadi saya akan tetap berupaya keras," imbuhnya.
Vinales juga berharap dirinya akan mampu bangkit dengan melakukan perubahan-perubahan pada MotoGP Argentina.
(Baca Juga : Ini Fungsi Tuas Misterius di Motor Andrea Dovizioso Saat MotoGP Qatar)
"Saya mungkin harus melakukan taktik yang berbeda di Argentina," tutur Vinales.
"Saya akan mencoba lebih berjuang keras dalam sesi latihan dan akan coba menjadi sedikit lebih agresif," pungkas Vinales.