GridOto.com - Kebijakan Ganjil-Genap yang diterapkan pada Senin (12/3/2018) di Tol Jakarta-Cikampek dinilai belum optimal.
Hal ini diungkapkan PT Jasa Marga dalam evaluasinya selama 3 hari pertama.
Dalam evaluasinya, PT Jasa Marga menyebutkan bahwa kebijakan Ganjil-Genap ini hanya menggeser waktu jam padat saja.
"Penerapan tiga paket kebijakan pada periode 12-14 Maret 2018 dapat disimpulkan tidak berpengaruh signifikan terhadap lalu lintas maupun pendapatan tol," menurut keterangan tertulis PT Jasa Marga, Jumat (16/3/2018).
(BACA JUGA : Jumlah Penumpang Transjabodetabek Naik 59,8 Persen dalam Seminggu, Efek Ganjil-Genap Mulai Terasa)
"Karena penurunan volume lalu lintas kendaraan Golongan 1 di Bekasi Barat dan Bekasi Timur diimbangi oleh kenaikan volume lalu lintas pada jam-jam sebelum pemberlakukan skema ganjil-genap," tambah PT Jasa Marga.
Tetapi ada sisi positif yang dapat diambil PT Jasa Marga terkait kebijakan ini yakni kepadatan lalu lintas berkurang di jam 06.00 - 09.00.
Total Lalu Lintas Harian Rata-tara (LHR) di seluruh ruas Tol Jakarta-Cikampek tidak terpengaruh secara signifikan.
Adapun data total LHR ruas jalan tol Jakarta-Cikampek selama 12-14 Maret 2018 adalah sebagai berikut:
- 12 Maret 2018 turun sebanyak 3,04 persen atau 361.022 kendaraan.
- 13 Maret 2018 turun sebanyak 4,31 persen atau 357.919 kendaraan.
- 14 Maret 2018 naik sebanyak 0,74 persen atau 369.228 kendaraan.
Artikel ini sudah dipublikasikan di kompas.com dengan judul Ganjil-Genap Pintu Tol Bekasi Hanya Menggeser Jam Padat